Selamat Jalur MT Arifin, Budayawan & Pengamat Militer Dari Solo Yang Cemerlang

Duka mendalam menyelimuti dunia seni serta kebudayaan Kota Solo, Rabu( 9/ 9/ 2020). Pengamat politik serta militer yang pula diketahui bagaikan pegiat budaya Jawa MT Arifin, 64, tutup umur di Rumah Sakit( Rumah sakit) Kasih Bunda, Rabu siang.

Jenazah disemayamkan di kediamannya di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Solo, saat sebelum dibawa ke peristirahatan terakhir di TPU Bonoloyo, Kamis( 10/ 9/ 2020). Alumnus Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Keguruan Ilmu Sosial( FKIS) IKIP Yogyakarta ini meninggalkan seseorang istri, 2 anak, 2 menantu, dan 3 cucu.

Perkataan belasungkawa serta doa terbaik di informasikan seniman dan pegiat budaya Solo melalui status media sosial mereka semenjak siang terpaut berpulangnya MT Arifin.

2 Pegawai Jasa Marga Nyabu Dikala Patroli di Tol Soker, Eh Ketangkep!

Salah satunya pengamat budaya Halim HD. Suami Melati Suryodarmo tersebut memahami MT Arifin bagaikan pengamat sejarah serta kebudayaan yang aktif serta produktif. Karya tulisnya berbentuk novel serta harian lumayan banyak. Di antara lain Nasionalitas Bikultural Surakarta( 1991), Wilayah Tingkatan II Kabupaten Kudus: Dinamika Internal Kehidupan Sosial Politik serta Perekonomian( 1998), Babad Salakarta( 1998), dan Budaya Jawa dalam Pemerintahan, Dahulu, Saat ini serta Masa Depan( 2001).

Halim mengenalnya pada tahun 1970an kala bersama kuliah di Yogyakarta. Mendiang MT Arifin kuliah di IKIP Yogyakarta, suara solo sedangkan dirinya di Universitas Gadjah Mada( UGM).

Sehabis itu mereka kembali berjumpa di sebagian forum dialog Solo. Di antara lain bidang sejarah serta budaya ialah Kelompok Riset Mangkubumen( KSM), serta forum perkotaan bernama Satyamitra.

Pilkada Solo 2020: Catatan Riwayat Hidup Cawali Solo Gibran Rakabuming Raka

Budaya Solo

Bersama sebagian tokoh di Solo, dia menghidupkan ruang dialog lewat forum tersebut. Isu yang dibahas mencakup banyak perihal ialah sosial politik sampai kebudayaan.

Bagaikan pencinta Jawa, MT Arifin banyak membagikan masukan pada pengembangan budaya di Solo. Bukan cuma ide- ide yang fresh, Halim ikut menunjang pertumbuhan seni budaya dengan turut penuhi undangan sebagian jadwal kesenian wilayah. Misalnya di Magelang, Purwokerto, Yogyakarta, serta masih banyak lagi.

Mahasiswa di Riau Ini Canggung Berkenalan, Sebab Bernama Anjay

Tidak heran ia ditunjuk bagaikan salah satu Dewan Kebijakan di Dewan Kesenian Solo( DKS). Bersama tokoh teater Solo Gigok Anurogo serta sebagian seniman lain. Gigok memahami mendiang MT Arifin bagaikan wujud yang tidak pelit ilmu.

Satu perihal yang menarik dari MT Arifin baginya merupakan sanggup mengupas isu budaya secara perinci dari sisi rasional ataupun irasional.

“ Dia orang yang pintar. Statement- nya lumayan kokoh. Senantiasa dapat mencampurkan rasional dengan suatu yang irasional sehingga dapat dipahami dengan baik,” cerah Gigok.

Leave a Comment